Bocah dengan Pancaran Purnama




Sunday, October 23, 2011


Untuk bocah-bocah di atas trotoar jalanan kota 

Setelah mentari mulai surut dari pandang. Bermunculan satu per satu anak dari sebuah ruang-ruang sempit kehidupan. Mencoba melakukan sesuatu untuk menghias sinar bulan dan jutaan bintang yang dengan genitnya berkelip menyapa orang-orang.

Keluarlah dan temui aneka warna kehidupan di sekitarmu. Lihatlah kerasnya kehidupan ini. Mulailah sesuatu meski kau tak kan mampu. Bayangkanlah hal besar akan keluar dari rajutan tangan mungilmu.

Seberkas sinar lampu memancar dari sebuah tiang-tiang jalanan mencoba membalas sapaan bintang. Memantul dari mata seorang bocah kecil yang penuh impian.

Dentuman keras berirama mulai terdengar ke telinga. Perlahan semakin meraih iramanya menghangatkan tubuh dari dinginya angin jalan. Satu per satu anak mulai memadati dan mengikuti irama.

Semakin larut. Bulan mencapai kesempurnaaan lingkaran. Bintang pun tak mau kalah dengan terus berkedip meski penuh paksaan. Tak kalah suara kendaaraan dengan asap putih mengepul mulai berseliweran. Terlebih ketika suara klakson bermunculan memekikkan telinga.

Ayo! Kalahkan mereka dengan pukulan musikmu. Keraskanlah dengan irama yang menyengat telinga. Jangan biarkan orang-orang terlelap di kala purnama ini. Sebab hanya tengah bulan ia mau menampakkan sosoknya yang sempurna di kegelapan langit.


Jogja, 23 Oktober 2011

Jantan Putra Bangsa

0 comments:

Post a Comment

 

Aku

Powered by Blogger.

Jantan Putra Bangsa adalah seorang Pecinta Kampung, Kretek, Jamu, Rempah, Kopi dan Seluruh Kekayaan Alam Nusantara. Meluapkan kecintaannya itu melalui kata-kata, tulisan, dan kesenian. Bisa dihubungi melalui jejaring social twitter @Jantanpb maupun melalui surat elektronik jantanmail@gmail.com

Copyright © 2015 • Jantan Putra Bangsa