Hujan Merayakan Usiamu ke 24




Wednesday, November 18, 2015

Kalau tidak keliru, dan memang belum kukonfirmasi melalui literatur maupun gugel, di usia 24 tahun, bung Karno mengambil sikap yang penuh keberanian dengan berpidato di atas podium mengatakan “Kita harus merdeka sekarang!”. Kurang lebih begitu ucapannya yang menyebabkan bung Karno dijebloskan ke penjara untuk pertama kalinya. Beberapa tahun kemudian membuat pledoi yang sangat terkenal, yaitu Indonesia Menggugat. Isi pledoi yang masih menancap dalam sanubariku ialah perkataannya bahwa Indonesia akan merdeka saat terjadi perang Pasifik. Dan nyata terjadi beberapa tahun kemudian.

Apakah bung Karno seorang klenikus (hehe bahasa kerennya ahli metafisika)? Tentu saja bukan. Bung Karno membaca fenomena ekonomi-politik dunia saat itu.

Lho, tulisanku kok jadi ngelantur gini. Sudah cukup, sejujurnya, tulisan ini mau kutulis untuk Novia Kristiana. Beberapa jam yang lalu, setidaknya melalui perhitungan kalender matahari, ia memasuki usia 24 tahun. Seorang perempuan, punya energi yang besar dan cita-cita setinggi langit. Aku dan beberapa kawan, menyiapkan kejutan kecil. Sepele memang, sepercik hujan, 3 telor, 15 lilin, dan sebuah boneka bertoga. Setidaknya, begitulah cara kami—kawan-kawan yang tergabung dalam Lembaga Kesenian Wayang Benges—merayakan ulang tahun sahabat kami.

Boneka bertoga itu bukan tanpa makna. Dua kali, ia harus menunda wisudanya yang bertepatan dengan tanggal kelahirannya, 18 November, karena ia lebih memilih memikirkan keadaan bangsa Indonesia yang karut marut, dan berusaha untuk mengubahnya. Begitulah kenapa aku membuka tulisan ini dengan menyebut nama Bung Karno sang Bapak Bangsa. Bukan bermaksud menyamakan, tetapi, semangat, jiwa, dan keberaniannya bisa dikatakan mirip, hanya saja situasi dan kondisi yang dihadapi berbeda. Tetap saja aku menganggapnya sebagai perempuan hebat.

Aku tidak hiperbola, memang cita-citanya sangat tinggi. Dan ia tak pernah takut untuk jatuh. Lagi-lagi aku ingat perkataan bung Karno, “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit... Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang.”

Ingatlah pesan bung Karno itu, tidak perlu takut untuk jatuh, sebab kalau pun jatuh, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang. Megah bukan? Tentu saja jatuh yang penuh estetika dan kehormatan.
Akhir kata, selamat ulang tahun dan segeralah wisuda.

Jogja, 18 November 2015

0 comments:

Post a Comment

 

Aku

Powered by Blogger.

Jantan Putra Bangsa adalah seorang Pecinta Kampung, Kretek, Jamu, Rempah, Kopi dan Seluruh Kekayaan Alam Nusantara. Meluapkan kecintaannya itu melalui kata-kata, tulisan, dan kesenian. Bisa dihubungi melalui jejaring social twitter @Jantanpb maupun melalui surat elektronik jantanmail@gmail.com

Copyright © 2015 • Jantan Putra Bangsa