Sebuah Catatan Terima Kasih dan Ucapan Permintaan Maaf




Rabu, 04 November 2015


Baru saja, tepatnya 38 menit yang lalu, email terakhir kiriman dari seorang kawan telah masuk. Segera kudonlot satu per satu. Malam ini tampak cerah, seperti halnya perasaanku mendapati tiga buah email yang masuk secara beruntun.

Kuucapkan terima kasih padamu, Gilang Nuari. Di sela kesibukanmu sebagai seniman, kamu rela meluangkan waktumu untuk menggambar ilustrasi untukku. Bahkan, beberapa waktu yang lalu, ketika kamu hendak pameran tunggal, masih sempat kamu mengirimiku pesan pendek yang berisi permintaan agar beberapa ilustrasi untuk bukuku turut serta kamu pamerkan. Sungguh kamu adalah seniman hebat. Doaku menyertaimu.

Buku? Ya, kali ini, akan kuberanikan diriku untuk menerbitkan buku yang berisi kumpulan cerita. Aku tidak bisa memberi nama apakah ini adalah buku kumpulan cerpen? Prosa? Atau kumpulan curhat? Hehehe...

Jujur saja, buku ini kutulis untuk seseorang. Tentu saja seorang perempuan. Jadi aku tidak perlu menggunakan pengantar dari seorang penulis ternama. Memang, waktu itu, aku sempat menghubungi kawan, sekaligus seniorku, Andy Sri Wahyudi. Seorang sutradara ternama, aktor Thungklak-Thungklik, dan tentu saja penulis untuk memberikan sebuah pengantar pada bukuku. Dengan girang, ia, lantas berkoar akan memberikan pengantar yang lucu dan nggemesin. Aku bisa membayangkan apa isi pengantar yang bakal ia tulis, tetapi secara sepihak, tanpa memberikan kabar padanya, kuurungkan niatku. Bukan apa-apa, hanya saja, aku takut kesakralan buku ini bisa rusak oleh ulah jailnya. Hehe pissss.... Terus terang, buku ini akan sangat bagus ketika diberikan pengantar olehnya, karena dia pasti akan benar-benar menghayati suasana kebatinan lahirnya buku ini. Tapi entah kenapa, hati kecilku tetap menolaknya. Untuk mengganti rugi, jika masih berkenan, kang mas Andy sudi kiranya memberikan pengantar bukuku selanjutnya, yang tak lama lagi juga akan terbit. Mungkin awal tahun, atau bahkan akhir tahun ini.


Tulisan ini hanya sebuah catatan terima kasih dan ucapan permintaan maaf. Itu saja.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Aku

Diberdayakan oleh Blogger.

Jantan Putra Bangsa adalah seorang Pecinta Kampung, Kretek, Jamu, Rempah, Kopi dan Seluruh Kekayaan Alam Nusantara. Meluapkan kecintaannya itu melalui kata-kata, tulisan, dan kesenian. Bisa dihubungi melalui jejaring social twitter @Jantanpb maupun melalui surat elektronik jantanmail@gmail.com

Copyright © 2015 • Jantan Putra Bangsa