Layu




Kamis, 25 Maret 2010


(Sajak ini dimuat di majalah Senthir edisi khusus Dies Natalis GMNI)

Tergeletak tak berdaya
berselimut sarung kotak-kotak
hitam putih warnanya.

Terlihat pucat pasi wajahnya.
Sebentar kemudian memerah wajahnya
tersipu karena malu.

Malu dan layu.
Lembut senyum menghias bibir
menutupi rasa sakit
yang tengah menggerogoti tubuhnya.

Kulambai tangan
bergegas hilang dari pandang
sambil berucap: “semoga cepat sembuh”.

Jogja, 2010

0 komentar:

Posting Komentar

 

Aku

Diberdayakan oleh Blogger.

Jantan Putra Bangsa adalah seorang Pecinta Kampung, Kretek, Jamu, Rempah, Kopi dan Seluruh Kekayaan Alam Nusantara. Meluapkan kecintaannya itu melalui kata-kata, tulisan, dan kesenian. Bisa dihubungi melalui jejaring social twitter @Jantanpb maupun melalui surat elektronik jantanmail@gmail.com

Copyright © 2015 • Jantan Putra Bangsa