Restu Bunda




Kamis, 25 Maret 2010


(Sajak ini dimuat di majalah Senthir edisi khusus Dies Natalis GMNI)

Bunda
Mengapa kau lahirkan aku di negeri antah berantah ini?
Negeri yang penuh kemunafikan, penuh ketidakadilan,
dan kebohongan.

Bunda
Apakah kau membohongiku?
Saat kau menceritakan tentang kejayaan nusantara.
Betapa hebatnya nenek moyang kita
merajai laut dan samudra.

Katanya negeri ini kaya raya.
Katanya negeri ini subur dan makmur.
Masyarakatnya ramah tamah.
Rela berbagi dengan sesama.

Bunda
Ijinkan anakmu ini berperang melawan kemunafikan, ketidakadilan,
dan kebohongan.
Hati dan pikiran berontak melihat semua ini.
Negeriku rusak dan berantakan.

Aku tak rela bunda.
Iringkanlah anakmu dengan restumu
Kembalikan kejayaan nusantara
seperti yang sering bunda dongengkan
sebagai pengantar tidurku di waktu kecil.


Jogja, Maret 2010

2 komentar:

  1. waHhh,,,
    ternyata puisi ne dterbitin di majalah towh??

    two thumbs iah bwt mas,,,

    BalasHapus
  2. makasih ya..

    Tp g perlu jempol 2. ckup satu saja, biar yg laen jg kebagian. hhe..

    BalasHapus

 

Aku

Diberdayakan oleh Blogger.

Jantan Putra Bangsa adalah seorang Pecinta Kampung, Kretek, Jamu, Rempah, Kopi dan Seluruh Kekayaan Alam Nusantara. Meluapkan kecintaannya itu melalui kata-kata, tulisan, dan kesenian. Bisa dihubungi melalui jejaring social twitter @Jantanpb maupun melalui surat elektronik jantanmail@gmail.com

Copyright © 2015 • Jantan Putra Bangsa